Berita

Try Sutrisno: Pemilihan Langsung Bertentangan dengan Pancasila

SENIN, 09 AGUSTUS 2010 | 11:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini merupakan akibat dari tidak konsistennya bangsa Indonesia dalam mengamalkan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam bermasayarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal itu dikatakan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dalam sambutan tertulis yang dibacakan Letjen (Purn) Monang Siburian pada acara Semiloka Upaya Percepatan Pemberantasan Korupsi di Auditorium Gedung Forum Komunikasi Purnawiraan TNI/Polri di Jalan Senen Raya, Jakarta (Senin, 9/8).

"Selain itu, perbedaaan tafsir terhadap pengamalan Pancasila, juga jadi pemicu yang menyebabkan kita semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan," lanjut Try.


Pengalaman sejarah telah membuktikan, sambung Try meyakinkan, ketika Pancasila dilupakan dan tidak dilaksanakan, Bangsa Indonesia mengalami kesengsaraan lahir batin.

Selain itu, mantan Panglima ABRI ini juga menyatakan perlu ada peninjauan ulang secara menyeluruh, termasuk UUD 1945 setelah amandemen. Karena menurutnya, maraknya korupsi justru terlahir dari diberlakukannya UU Pemilu yang merupakan hasil amandemen UUD.

"Bahwa bupati dan walikota, gubernur dan presiden dipilih langsung, jelas pemilihan model ini banyak menimbulkan praktik korupsi," urainya.

"Sistem pemilihan langsung bertentangan dengan Pancasila. Khususnya sila keempat. Menurut sila keempat jelas, pemilihan dilakukan melalui perwakilan, bukan pemilihan langsung atau one man one vote," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya