Berita

SISMINBAKUM

Yusril Mau Seret Rizal Ramli ke Tengah Gelanggang?

MINGGU, 01 AGUSTUS 2010 | 10:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Jakarta, RMOL. Tersangka dalam kasus sistem administrasi badan hukum (sisminbakum) Yusril Ihza Mahendra terus mengembangkan sayap dan mengajak sebanyak mungkin tokoh ke tengah arena pertarungan.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap status tersangka yang disematkan di pundaknya, mantan Menteri Hukum dan HAM yang juga mantan Menteri Sekretaris Negara itu telah menggugat keabsahan Jaksa Agung Hendarman Supandji. Menurut Yusril, Hendarman tidak punya legalitas menduduki posisi penting itu. Yusril yang diakui sebagai pakar hukum tatanegara telah mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi berkaitan dengan legalitas Hendarman.

Di sisi lain, dia juga telah menyeret Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. Menurut Yusril, kasus yang dihadapinya sama persis dengan kasus yang dihadapi Boediono saat masih menduduki kursi Gubernur BI. Boediono adalah pihak yang dianggap paling bertanggung jawab di balik skandal dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Menurut Yusril, bila kebijakan Boediono sebagai Gubernur BI dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak bisa diadili, maka kebijakan dirinya sebagai Menkum HAM yang menyetujui Sisminbakum juga tidak bias diadili.

Yusril juga mengisyaratkan bahwa SBY telah mengetahui keterlibatan Boediono dalam megaskandal itu sebelum keduanya dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden bulan Oktober 2009.

Tokoh berikutnya yang diseret Yusril adalah Kwik Kian Gie, mantan Menko Ekuin yang menurutnya mengetahui kebijakan itu.

Siang ini (Minggu, 1/8), Yusril dijadwalkan mengunjungi Rizal Ramli di Rumah Perubahan, Jalan Panglima V No. 52, Jakarta Selatan. Belum diketahui apa agenda yang akan dibahas kedua tokoh itu. Sementara kalangan memprediksi, Yusril tengah mengumpulkan dukungan dari sebanyak mungkin tokoh. Dengan demikian, masuk di akal bila dia memilih menemui Rizal Ramli yang terkenal kritis terhadap pemerintahan SBY. Kedua tokoh ini, seperti halnya SBY, juga pernah bertugas di Kabinet Persatuan Nasional yang dipimpin almarhum Gus Dur.

Kita nantikan apa yang akan dibicarakan Yusril dan Rizal Ramli. [guh]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya