Dalam sesi pemesanan awal (pre-order) yang dibuka pada Jumat (16/10/2026) waktu Amerika Serikat, perangkat ini tercatat ludes terjual dalam hitungan detik.
Lonjakan permintaan yang masif berbenturan dengan terbatasnya pasokan membuat banyak calon pembeli harus mengelus dada. Berdasarkan laporan GizChina, stok iPhone Duo di China langsung ludes seketika, meninggalkan banyak konsumen tanpa unit pada gelombang pertama.
Bagi konsumen yang beruntung mengamankan slot gelombang pertama, perangkat dijadwalkan tiba pada 23 Oktober 2026.
Namun, bagi mereka yang tidak kebagian, waktu tunggu dipastikan jauh lebih panjang karena seluruh konfigurasi kini mengalami penundaan pengiriman (backorder) hingga tahun depan. Estimasi pengiriman baru tercatat pada 22 Januari hingga 29 Januari 2027.
Staf Apple Store di China mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan ini utamanya disebabkan oleh penggunaan teknologi engsel baru pada iPhone Duo yang membuat proses produksi unit menjadi sangat terbatas.
Diperkirakan, gelombang pertama ketersediaan iPhone Duo secara global hanya mencapai sekitar 200.000 unit.
Kondisi langka ini tak luput dari incaran para pengepul atau tengkulak (scalper). Di pasar resale China, model iPhone Duo berkapasitas 256 GB melonjak drastis hingga menyentuh angka 3.885 dollar AS (sekitar Rp 69,9 juta).
Angka tersebut hampir dua kali lipat lebih mahal dibanding harga resmi di Amerika Serikat yang dipatok 1.999 dollar AS (sekitar Rp 36 juta).
Sebagai informasi, Apple memasarkan iPhone Duo dalam tiga varian kapasitas penyimpanan:Varian 256 GB dibanderol 1.999 dollar AS (sekitar Rp 36 juta).
Varian 512 GB dipasarkan seharga 2.199 dollar AS (sekitar Rp 39,6 juta). Varian tertinggi 1 TB seharga 2.599 dollar AS (sekitar Rp 46,8 juta), yang laporan terbarunya menyebutkan baru akan tersedia secara penuh pada 2027.
BERITA TERKAIT: