Airlangga Target Program Satu Orang Satu Rekening Terealisasi dalam Dua Bulan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 06 November 2026, 13:14 WIB
Airlangga Target Program Satu Orang Satu Rekening Terealisasi dalam Dua Bulan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Program Satu Orang Satu Rekening mulai direalisasikan dalam dua bulan ke depan.

Program tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi akhir 2026 yang disiapkan untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan formal.

“Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” kata Airlangga, di Jakarta, dikutip Jumat, 6 November 2026.

Program Satu Orang Satu Rekening merupakan salah satu kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan di kalangan masyarakat. 

Sasarannya adalah penduduk berusia 17 tahun ke atas dari kelompok desil 1 hingga desil 4 yang hingga kini belum memiliki rekening bank.

Melalui program tersebut, pemerintah membidik sekitar 25,16 juta penduduk dewasa sebagai penerima manfaat. Setiap rekening akan memperoleh saldo awal sebesar Rp50 ribu, dengan total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1,28 triliun. 

Selain memperluas akses keuangan formal, kebijakan ini juga diharapkan mempermudah penyaluran bantuan sosial agar lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain rekening gratis, paket stimulus ekonomi akhir 2026 turut mencakup bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). 

Pemerintah juga menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah upah minimum provinsi (UMP). 

“Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP (upah minimum provinsi),” papar Airlangga.

Di sektor transportasi, pemerintah memberikan sejumlah insentif selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. 

Fasilitas tersebut meliputi PPN ditanggung pemerintah 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, diskon tiket kereta api 30 persen pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, serta insentif bagi penumpang kapal laut PT Pelni dan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry. 

“PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik per 22 Desember sampai dengan 10 Januari. Ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi,” lanjutnya.

Tak hanya mengandalkan stimulus pada penghujung 2026, pemerintah juga tengah merancang sejumlah kebijakan ekonomi untuk 2027.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA