Setelah saham-saham teknologi di Amerika Serikat (AS) dihantam aksi jual besar-besaran, tekanan tersebut merembet ke bursa Asia-Pasifik pada perdagangan Jumat, 6 November 2026.
Korea Selatan menjadi pasar dengan penurunan terdalam. Indeks Kospi anjlok lebih dari 8 persen hingga jatuh di bawah level 5.000, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot lebih dari 7 persen.
Tekanan juga melanda pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 turun lebih dari 2 persen, sedangkan indeks Topix yang mencakup lebih banyak saham melemah lebih dalam, yakni sekitar 2,9 persen.
Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng diperdagangkan di level 24.494. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di 24.796,98.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turut melemah 0,9 persen, menambah panjang daftar bursa regional yang bergerak di zona merah.
Gelombang pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor yang kembali meningkat terhadap saham-saham teknologi dan AI. Sentimen negatif tersebut sebelumnya terlihat di Wall Street, ketika Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi jatuh hingga memasuki wilayah koreksi.
BERITA TERKAIT: