Kolaborasi antara pelaku manufaktur dan penyedia solusi energi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pencapaian target transisi energi nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi langkah sektor swasta yang mulai memperluas penggunaan energi terbarukan dalam kegiatan operasionalnya.
Menurut Eniya, pencapaian target transisi energi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Pencapaian target transisi energi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami menyambut baik langkah CCEP Indonesia dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor manufaktur, serta dukungan PT Cikarang Listrindo Tbk dalam menghadirkan solusi energi yang ramah lingkungan," ujar Eniya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksi Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), Bekasi-2 Plant, pada Rabu 4 November 2026.
PLTS Atap berkapasitas 1,4 megawatt peak (MWp) tersebut dipasang di area seluas 9.669 meter persegi. Pengembangannya dilakukan bersama PT Cikarang Listrindo Tbk sebagai penyedia solusi energi surya untuk fasilitas produksi tersebut.
Pemanfaatan PLTS Atap menjadi salah satu langkah industri untuk mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam kegiatan operasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi berbasis fosil.
Public Affairs, Communications, & Sustainability Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan penggunaan energi terbarukan merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan dalam membangun operasional yang lebih berkelanjutan.
"Peresmian PLTS Atap di Bekasi-2 Plant merupakan langkah nyata kami untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam operasional sekaligus mengurangi emisi karbon. Kami percaya kolaborasi dengan berbagai mitra akan menjadi faktor penting dalam mempercepat transisi menuju masa depan yang lebih rendah karbon," kata Dhedy.
Sementara itu, PT Cikarang Listrindo Tbk mendukung pengembangan dan penyediaan solusi PLTS Atap bagi fasilitas produksi CCEP Indonesia di wilayah usahanya. Kerja sama ini memperlihatkan peran penyedia energi dalam membantu sektor manufaktur memperluas pemanfaatan energi terbarukan.
Peresmian tersebut juga diisi diskusi bertema "Akselerasi Transisi Energi melalui Kolaborasi Industri dan Penyedia Solusi Energi untuk Industri Berkelanjutan", yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang serta tantangan percepatan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
BERITA TERKAIT: