Dikutip dari Bloomberg, Rupiah di pasar spot pada Rabu, 4 November 2026, menguat 50 poin atau 0,28 persen ke level Rp18.110 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS turun 0,43 persen ke posisi 101,42.
Penguatan ini membalikkan pergerakan rupiah pada perdagangan sebelumnya. Pada penutupan Selasa, mata uang Garuda melemah tipis 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp18.160 per Dolar AS.
Pelemahan Dolar AS terjadi karena investor mencermati hasil pemilihan paruh waktu di AS yang berpotensi mengubah komposisi kekuatan politik di Kongres. Pasar memperhitungkan peluang Partai Demokrat meraih hasil kuat dalam pemilihan tersebut.
Sejumlah mata uang utama dunia juga menguat terhadap dolar AS. Euro naik 0,2 persen ke 1,1212 Dolar AS, sementara Yen Jepang menguat ke level 158,30 per Dolar AS.
Di kawasan Asia, Yuan China di pasar offshore relatif stabil di level 6,6673 per Dolar AS setelah sebelumnya mencatat penurunan harian terbesar sejak 15 Mei 2026.
Sementara itu, hasil awal pemilihan mulai bermunculan. Senator Partai Demokrat Jon Ossoff berhasil mempertahankan kursinya di Georgia. Namun, persaingan untuk menentukan partai yang menguasai Kongres masih berlangsung sehingga hasil akhirnya belum dapat dipastikan.
BERITA TERKAIT: