Muswil Hebitren DKI Jakarta diharapkan menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, memperkuat kelembagaan, serta merumuskan program kerja yang mampu mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Melalui forum ini, Hebitren berupaya mempertemukan berbagai potensi usaha pesantren agar dapat berkembang secara profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Ketua Panitia Muswil Hebitren DKI Jakarta, Muhammad Abdul Jabar alias Gus Jabbar menyampaikan bahwa penyelenggaraan Muswil bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun gerakan ekonomi pesantren yang lebih terarah.
“Muswil ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan potensi, dan merumuskan langkah nyata dalam mengembangkan ekonomi pesantren," kata Gus Jabbar melalui keterangan tertulis, Kamis 29 Oktober 2026.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi ekonomi yang luas melalui koperasi, unit usaha, produk halal, jasa, serta jaringan alumni dan masyarakat. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dan tata kelola usaha yang baik agar mampu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hebitren, KH. Hasib Wahab Hasbullah menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai fondasi untuk memperkuat peran Hebitren dalam mengembangkan ekonomi pesantren.
Keberadaan Hebitren di tingkat wilayah diharapkan dapat menjadi penghubung antara pesantren, pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan jaringan yang semakin kuat, pesantren memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk.
BERITA TERKAIT: