"Tapi harus lebih dulu dikaji secara matang dari aspek regulasi, kelayakan operasional, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat," kata Jupiter, dikutip Senin 26 Oktober 2026.
Menurut Jupiter, gagasan pengembangan konektivitas antarkota tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang semakin terintegrasi, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Konektivitas yang semakin baik antara Jakarta dan Bandung berpotensi memberikan kemudahan bagi masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta membuka peluang pertumbuhan bagi sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM,” kata Jupiter.
Jupiter menilai, pengembangan transportasi publik tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan rute, tetapi juga harus memperhatikan kenyamanan penumpang, ketepatan waktu, keselamatan perjalanan, tarif yang terjangkau, serta integrasi dengan moda transportasi lainnya.
“Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan pilihan rute baru, tetapi tidak memperoleh pelayanan yang optimal," kata Jupiter.
Karena itu, lanjut Jupiter, perencanaan harus dilakukan secara komprehensif, dengan memperhatikan kebutuhan penumpang, kesiapan armada, ketersediaan fasilitas pendukung, serta koordinasi antarpemerintah daerah.
Jupiter berharap pengembangan konektivitas Jakarta-Bandung dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem transportasi publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi apabila layanan yang disediakan benar-benar kompetitif dari segi waktu, biaya, dan kenyamanan.
“Yang terpenting, setiap kebijakan transportasi harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat," pungkas Jupiter.
BERITA TERKAIT: