Berbagai pendekatan tersebut menjadi pembahasan dalam Continuous Improvement Convention (CIC) 2026 yang berlangsung di HARRIS Hotel & Conventions Festival CityLink, Bandung, pada 20-22 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan PQM Consultants itu diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai perusahaan lintas industri.
CIC Director, Nunung Berna Hertin, menilai efisiensi tidak lagi cukup dipandang sebagai pilihan untuk menekan pengeluaran, melainkan bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian ekonomi.
“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, efisiensi dan inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan,” kata Nunung dalam keterangan resmi.
Ia mengatakan, perusahaan perlu beradaptasi dan menciptakan terobosan agar tetap mampu berkembang di tengah situasi yang menantang.
“Melalui ajang CIC 2026 ini, kita melihat langsung bagaimana perusahaan-perusahaan di Indonesia membuktikan ketangguhannya,” kata Nunung.
Menurut dia, perusahaan perlu melakukan efisiensi strategis agar dapat menghadapi perubahan kondisi ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
“Mereka mampu beradaptasi, menciptakan terobosan, dan melakukan efisiensi strategis agar tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang di situasi yang menantang sekalipun,” kata Nunung.
Dalam forum tersebut, peserta mempresentasikan proyek perbaikan yang telah dijalankan di perusahaan masing-masing. Hasil yang menjadi perhatian meliputi penghematan biaya operasional (cost saving), pemangkasan waktu produksi (cycle time), serta penurunan tingkat kecacatan produk.
CIC merupakan agenda tahunan yang mempertemukan perusahaan dari berbagai sektor untuk berbagi praktik peningkatan produktivitas dan kualitas operasional. Penyelenggaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Solo pada 2027.
BERITA TERKAIT: