Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 23 Oktober 2026, 07:06 WIB
Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik menekan bursa saham benua biru.

Investor memilih mengurangi kepemilikan saham di tengah kekhawatiran konflik di Timur Tengah, persoalan utang pemerintah Prancis, serta meningkatnya biaya investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, waktu setempat, indeks Stoxx 600 turun 1,05 persen. Pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa utama. Indeks CAC 40 Prancis merosot 1,39 persen, DAX Jerman melemah 1,07 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris turun 0,26 persen. Indeks SMI Swiss relatif stabil dengan penurunan tipis 0,03 persen.

Tekanan pasar terjadi setelah harga minyak mentah Brent melonjak 3,5 persen hingga menembus 112,50 Dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, yang berpotensi mengganggu pasokan energi dan menambah beban biaya bagi dunia usaha.

Selain harga minyak, investor juga mencermati besarnya kebutuhan dana untuk membangun infrastruktur AI. Kekhawatiran terhadap kondisi utang pemerintah Prancis serta konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda turut membayangi prospek ekonomi dan pasar saham Eropa.

Di Inggris, saham-saham pertambangan mengalami tekanan besar. Fresnillo anjlok 6,5 persen, Antofagasta turun 6,1 persen, dan Rio Tinto melemah 3,4 persen. Saham perbankan juga menjadi salah satu penekan FTSE 100. Namun, Rentokil Initial melonjak 8,7 persen, sedangkan London Stock Exchange Group (LSEG) menguat 7,7 persen.

Di Jerman, saham Siemens Energy merosot 8,6 persen dan produsen cip Infineon turun 6 persen. Sebaliknya, Qiagen menguat 5 persen. Saham SAP dan Deutsche Telekom juga mencatat kenaikan masing-masing dalam kisaran 2,7 persen hingga 3,4 persen.

Bursa Prancis mencatat penurunan terdalam di antara indeks utama yang disebutkan. Saham perusahaan industri Legrand turun 6 persen, dan Schneider Electric melemah 5,4 persen. Saham perusahaan barang mewah Hermès juga tergerus 5 persen di tengah kekhawatiran terhadap permintaan dari pasar China. Sementara itu, saham Danone, L'Oréal, dan Sanofi menguat sekitar 1 persen hingga 3 persen.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah indikator ekonomi Eropa justru menunjukkan perkembangan positif. Kepercayaan sektor manufaktur Prancis naik menjadi 105 pada Oktober, level tertinggi sejak Juli 2022. Pendaftaran mobil baru di Eropa juga meningkat 9,3% secara tahunan pada September, terutama didorong pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Jerman dan Prancis.

Meski demikian, penguatan indikator ekonomi tersebut belum mampu meredakan tekanan di pasar saham. Pergerakan bursa Eropa masih dibayangi lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik, yang membuat investor berhati-hati dalam mengambil risiko.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA