DMAS Bagikan Dividen Rp1,4 Triliun, Yield Tembus 16 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 21 Oktober 2026, 07:29 WIB
DMAS Bagikan Dividen Rp1,4 Triliun, Yield Tembus 16 Persen
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) memutuskan membagikan dividen tunai interim sebesar Rp1,4 triliun atau Rp29 per saham untuk tahun buku 2026. Keputusan Direksi pada 19 Oktober 2026 tersebut telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris.

Pasar merespons positif kabar tersebut. Harga saham DMAS melonjak 8,5 persen menjadi Rp178 pada penutupan perdagangan Selasa 20 Oktober 2026.  Berdasarkan harga itu, dividen interim DMAS menawarkan dividend yield sekitar 16,3 persen.

Pembagian dividen dilakukan di tengah lonjakan kinerja keuangan pengembang Kota Deltamas tersebut. DMAS membukukan laba bersih Rp1,49 triliun sepanjang Januari-September 2026, meningkat sekitar 184 persen dibandingkan Rp525 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Managemen menjelaskan bahwa pendapatan usaha perseroan mencapai Rp2,65 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat hampir 3,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp2,54 triliun atau sekitar 96 persen dari total pendapatan usaha. Sementara itu, segmen komersial menyumbang Rp44,47 miliar, hunian Rp30,99 miliar, rental Rp15,02 miliar, dan hotel Rp12,82 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor DMAS meningkat sekitar 197 persen menjadi Rp1,62 triliun dari Rp545 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Perseroan juga mencatatkan margin laba kotor 61 persen dan margin laba bersih 56 persen.

Dari sisi neraca, total aset DMAS per 30 September 2026 mencapai Rp8,44 triliun, naik sekitar 19 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,12 triliun. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh kas dan setara kas yang melonjak menjadi Rp1,8 triliun, dari Rp377 miliar pada akhir tahun lalu.

Total liabilitas perseroan tercatat Rp1,13 triliun, sedangkan total ekuitas meningkat sekitar 11 persen menjadi Rp7,31 triliun dari Rp6,61 triliun pada akhir 2025. Perseroan menyatakan tidak memiliki utang.

Di sisi pemasaran, emiten di bidang properti dan real estat ini membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,61 triliun hingga September 2026. Realisasi tersebut mencapai 125,91 persen dari target awal tahun sebesar Rp2,08 triliun.

Perseroan kemudian menaikkan target prapenjualan 2026 menjadi Rp2,95 triliun. Dengan target baru tersebut, realisasi hingga September telah mencapai 88,47 persen.

Penjualan lahan industri, khususnya untuk sektor pusat data (data center), menjadi salah satu penopang utama kinerja DMAS. Permintaan dari sektor tersebut dinilai masih berpeluang tumbuh seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, memaparkan jadwal pembagian dividen interim DMAS:

- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 28 Oktober 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 29 Oktober 2026
- Cum dividen pasar tunai: 30 Oktober 2026
- Ex dividen pasar tunai: 2 November 2026
- Pembayaran dividen: 13 November 2026 rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA