Gangguan logistik, keterbatasan mobilitas masyarakat akibat kabut asap tebal, hingga penurunan daya beli mengancam ketahanan ekonomi daerah.
Menanggapi situasi tersebut, Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya menilai penanganan dampak karhutla tidak boleh hanya berfokus pada mitigasi bencana fisik, tetapi juga harus mencakup mitigasi ekonomi bisnis kerakyatan.
"Tanpa intervensi cepat, kita berisiko menghadapi gelombang penurunan daya saing bagi para pelaku usaha di tingkat tapak," kata Faran dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu 17 Oktober 2026.
Untuk menjaga stabilitas ekosistem kewirausahaan di daerah terdampak bencana, Faran merekomendasikan tiga langkah strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.
Di antaranya adalah pemberian relaksasi keuangan dan restrukturisasi kredit, akselerasi transisi ke model bisnis digital dan penguatan kewirausahaan hijau (green entrepreneurship)
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Melindungi usaha mereka di tengah krisis iklim adalah bentuk nyata menjaga ketahanan nasional," tutup Faran.
BERITA TERKAIT: