Kendati demikian, manajemen memastikan bahwa musibah ini tidak menggoyalkan fondasi bisnis perusahaan. Operasional di lapangan diklaim tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
"Selain itu, tidak terdapat unplanned shutdown pada lokasi site SAM akibat karhutla," jelas Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan AALI, Tingning Sukowignjo, melalui keterbukaan informasi pada Kamis 15 OKtober 2026.
Sebagai respons cepat, Tingning menyebutkan bahwa pihak manajemen telah menginstruksikan SAM untuk menerapkan prosedur penanggulangan sesuai aturan yang berlaku. Saat ini, situasi di lokasi terpantau kondusif dan seluruh titik api telah berhasil dipadamkan.
Guna mencegah kejadian serupa terulang, SAM memperketat lini pengamanan melalui berbagai langkah mitigasi strategis, di antaranya; pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit secara berkala, peningkatan intensitas patroli darat danoptimalisasi menara pemantau api, penyediaan sarana pemadam kebakaran yang memadai serta pemetaan sumber air terdekat, serta penyiagaan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dan penggunaan teknologi water bombing dalam kondisi darurat.
Terkait proses hukum yang berjalan, manajemen AALI membenarkan bahwa sejumlah karyawan SAM sedang dimintai keterangan oleh aparat berwenang. Meski demikian, perseroan menegaskan proses tersebut tidak berdampak hukum maupun mengganggu kelangsungan usaha secara keseluruhan. Terlebih, SAM tercatat belum pernah menerima sanksi administratif terkait karhutla di wilayah operasionalnya.
Secara finansial, AALI menjamin bahwa insiden ini tidak membawa pengaruh material terhadap pendapatan, perolehan laba, maupun nilai aset konsolidasi. Target produksi perseroan untuk tahun 2026 juga dipastikan tetap berada di jalur yang aman.
"Tidak terdapat fakta material terkait kejadian itu yang dinilai dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham AALI," pungkas Tingning.
BERITA TERKAIT: