Pemerintah mendorong koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, sementara PT PLN (Persero) membuka peluang usaha melalui integrasi layanan pembayaran listrik dan pembelian token.
Dalam kunjungannya ke Klaten pada Kamis, 15 Oktober 2026, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria tmeninjau operasionalisasi 7 KDKMP di sejumlah lokasi, termasuk Desa Jetis dan Desa Bowan, Kecamatan Delanggu.
Di sisi lain, PLN mengembangkan kemitraan dengan KDKMP melalui layanan Payment Point Online Bank (PPOB). Integrasi ini memungkinkan koperasi yang telah bergabung melayani pembayaran tagihan listrik dan pembelian token bagi masyarakat.
Kedua langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi koperasi sebagai pusat pelayanan masyarakat sekaligus membuka peluang kegiatan usaha di tingkat desa dan kelurahan.
Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembentukan koperasi dan penambahan jenis layanan. Kemampuan pengelola menjalankan usaha, meningkatkan transaksi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat menjadi aspek penting yang perlu diukur.
Dalam kunjungannya ke Klaten, Ahmad Riza Patria menekankan pentingnya memastikan KDKMP beroperasi secara optimal agar dapat menjadi salah satu penggerak kebangkitan ekonomi dari desa.
Wamendes meminta pengurus koperasi, kepala desa, dan bintara pembina desa (babinsa) setempat menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain penguatan kelembagaan, digitalisasi layanan menjadi salah satu peluang pengembangan usaha KDKMP.
Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung program KDKMP melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan pengembangan layanan yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi koperasi.
Menurut Arsyadany, koperasi desa merupakan mitra strategis PLN untuk memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke tingkat masyarakat.
“Dengan mengintegrasikan layanan PPOB koperasi ke dalam ekosistem PLN, kami optimistis dapat menciptakan
multiplier effect yang positif, baik bagi masyarakat maupun koperasi itu sendiri,” kata Arsyadany.
Ia menambahkan, PLN siap mendukung KDKMP sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan listrik yang andal.
Melalui layanan PPOB, koperasi yang telah terintegrasi dapat melayani pembayaran tagihan listrik dan pembelian token. Bagi masyarakat, layanan tersebut berpotensi mendekatkan akses transaksi kelistrikan. Sementara bagi koperasi, layanan ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
Kehadiran layanan tersebut juga berpotensi meningkatkan interaksi antara koperasi dan masyarakat. Warga yang datang untuk membayar tagihan atau membeli token dapat mengenal layanan lain yang tersedia di koperasi.
BERITA TERKAIT: