Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies, Burhanuddin Abdullah mengatakan, sekitar 90 persen dari kontribusi tersebut berasal dari sektor swasta.
“Kita memiliki sekitar 26,4 juta perusahaan. Secara keseluruhan, perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) menghasilkan sekitar 95 persen nilai tambah, dengan sekitar 90 persen di antaranya berasal dari sektor swasta saja,” kata Burhanuddin dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurutnya, dominasi kontribusi dunia usaha ini harus diiringi dengan peningkatan kapasitas perusahaan agar mampu menggenjot produktivitas, memperkuat inovasi, serta mendongkrak daya saing di kancah global.
Burhanuddin menyebutkan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini tidak sebatas menarik investasi, tetapi juga mendorong perusahaan memperluas skala usaha, mengembangkan talenta dalam negeri, serta memperkuat rantai pasok domestik.
“Kebijakan industri harus mendukung pengembangan kapasitas tersebut, termasuk inovasi dan persaingan yang sehat,” ujarnya.
Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008 itu menekankan, kesejahteraan ekonomi dapat tumbuh ketika kesempatan usaha terbuka bagi semua pihak dengan persaingan yang sehat dan regulasi memberikan kepastian.
“Prinsip-prinsip tersebut menentukan apakah pelaku usaha akan berinvestasi, perusahaan akan berkembang, dan pekerja akan memperoleh peluang yang lebih baik,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan nasional. Menurutnya, pertumbuhan juga harus tercermin dari semakin kuatnya dunia usaha di dalam negeri.
“Pada akhirnya, keberhasilan tidak seharusnya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari semakin kuatnya dunia usaha dan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang memperoleh pekerjaan produktif dengan upah lebih baik,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: