Selain itu, investor juga mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam beberapa hari ke depan.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,20 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks Topix bergerak stabil.
Di Korea Selatan, tekanan lebih besar terlihat pada indeks Kospi yang merosot 3,29 persen saat pembukaan, diikuti indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq yang melemah 2,49 persen.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 0,33 persen.
Pelemahan bursa Asia terutama terlihat pada saham-saham teknologi yang mengikuti penurunan saham sektor serupa di Wall Street. Sentimen pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS akhir pekan ini, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Di Jepang, saham SoftBank Group turun 6,7 persen. Tekanan juga menghantam produsen peralatan semikonduktor, Tokyo Electron, yang merosot lebih dari 5 persen, serta Advantest yang kehilangan 6,1 persen. Sementara itu, saham produsen chip memori Kioxia anjlok 8,8 persen.
Penurunan serupa terjadi di Korea Selatan. Saham SK Hynix merosot 6,5 persen, sedangkan Samsung Electronics turun 5,6 persen. Saham Seoul Semiconductor juga melemah 3,1 persen.
BERITA TERKAIT: