Harga emas spot turun 0,6 persen ke posisi 4.169,10 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Senin 12 Oktober 2026, setelah sempat mencapai titik tertingginya sejak 2 Oktober.
Senada, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember melemah 0,6 persen menjadi 4.190,60 Dolar AS per ons. Sementara itu, pasar obligasi dan pemerintah AS tutup merayakan Hari Columbus.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada pernyataan petinggi the Fed Kevin Warsh serta serangkaian data ekonomi krusial pekan ini, termasuk indeks harga konsumen (CPI) pada Rabu serta indeks harga produsen (PPI) dan penjualan ritel pada Kamis.
Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pasar memproyeksikan the Fed menahan suku bunga pada akhir Oktober, sementara probabilitas kenaikan pada Desember mencapai 87,7 persen. Lingkungan suku bunga tinggi ini mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Sentimen negatif turut diperparah oleh lonjakan harga minyak mendekati level tertinggi dua pekan akibat serangan di Arab Saudi, yang memicu kekhawatiran inflasi berkelanjutan.
Pergerakan di zona merah juga melanda logam mulia lainnya: perak spot melorot 1 persen menjadi 60,22 Dolar AS per ons, platinum melemah 0,2 persen ke posisi 1.684,20 Dolar AS per ons, dan paladium turun 0,5 persen menjadi 1.141,90 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: