Pada penutupan perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026, waktu setempat, indeks STOXX 600 yang mencakup saham-saham utama Eropa ditutup turun 0,8 persen, mencapai level terendah dalam hampir empat bulan. Indeks DAX Jerman juga melemah 1,18 persen ke 24.806,97, sedangkan FTSE 100 Inggris turun 0,16 persen ke 10.441,60.
Saham perbankan menjadi salah satu penekan utama setelah indeks sektor bank Eropa merosot 2 persen ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Saham Deutsche Bank, Banco Santander, Societe Generale, dan UniCredit sama-sama melemah untuk hari kedua berturut-turut, seiring kenaikan imbal hasil obligasi di kawasan Euro.
Tekanan juga terlihat di Prancis. Indeks CAC 40 turun 0,5 persen ke level terendah dalam lebih dari enam bulan. Investor masih mencermati persoalan defisit anggaran negara tersebut yang telah melampaui 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Kekhawatiran pasar meningkat karena investor terus melepas obligasi pemerintah, terutama dari negara-negara dengan beban utang besar seperti Prancis dan Italia. Kenaikan imbal hasil obligasi membuat biaya pinjaman pemerintah berpotensi semakin mahal, sementara harga energi yang tinggi menambah risiko inflasi.
Di tengah pelemahan mayoritas sektor, saham energi justru menguat seiring kenaikan harga minyak lebih dari 3 persen. Kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari kawasan utama penghasil energi di Timur Tengah mendorong minat terhadap saham sektor tersebut.
Dari saham individual, Argenx anjlok 15,8 persen setelah perusahaan biofarmasi asal Belanda itu menghentikan uji klinis obat untuk penyakit Sjögren karena hasil analisis menunjukkan penelitian tersebut kemungkinan tidak mencapai target utamanya. Pelemahan Argenx turut menekan sektor kesehatan Eropa yang turun 2,5 persen.
Sebaliknya, saham peritel Inggris Tesco naik 5,2 persen setelah perusahaan menaikkan batas bawah proyeksi laba setahun penuh. Sementara itu, para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) berupaya meredam spekulasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, dengan menilai tren inflasi yang mendasarinya masih menunjukkan kondisi lebih terkendali.
BERITA TERKAIT: