Ketua DPR Minta Polisi Usut Tuntas Teror terhadap Pengurus BEM UI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Selasa, 06 Oktober 2026, 15:39 WIB
Ketua DPR Minta Polisi Usut Tuntas Teror terhadap Pengurus BEM UI
Koordinator Bidang Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Hafidz Hernanda terbaring di rumah sakit usai diserang orang tak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 4 Oktober 2026. (Foto: IG Fathimah Azzahra)
Kecil Besar
rmol news logo Pimpinan DPR RI meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan penyerangan dan teror terhadap Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda (Bapis).

Hafidz diduga diserang orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan, pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 23.50 WIB.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pihaknya akan meminta kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh hingga menemukan pelaku.

"Kami akan meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa menyelidiki hal tersebut dengan sebaik-baiknya, dan kemudian segera menemukan pelakunya," kata Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Puan juga memastikan kasus tersebut akan ditanyakan kepada Komisi III DPR RI agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Tentu saja nanti di Komisi III kami akan tanyakan kenapa itu bisa terjadi dan hal-hal seperti itu tidak boleh terulang kembali," tegasnya.

Hafidz sebelumnya diduga menjadi korban penyerangan saat mengendarai sepeda motor. Ia ditendang hingga terjatuh di dekat kedai Sushimate, kemudian dipukuli dan diancam akan dibunuh.

Dalam kejadian itu, tas dan ponsel Hafidz turut dirampas. Di dalam tas tersebut terdapat Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) milik Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra.

Pelaku juga meninggalkan sebuah tas di lokasi kejadian yang berisi sejumlah barang mencurigakan, antara lain sarung tangan latex, lakban, slayer, peci, kacamata lensa oranye, dan sandal.

Sekitar 15 menit setelah kejadian, akses komunikasi dan pelacak lokasi ponsel korban juga diketahui telah dimatikan.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA