Sempat Putus Sekolah, Putri Siswa SRT Kini Dapat Beasiswa Kuliah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 09 September 2026, 16:23 WIB
Sempat Putus Sekolah, Putri Siswa SRT Kini Dapat Beasiswa Kuliah
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Alumnus Sekolah Rakyat yang mendapat Beasiswa ESQ Business School, Putri, saat menghadiri Wisuda ke-10 dan Welcoming Reception ke-14 UAG ESQ Business School di Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). (Foto: Dok. Humas Kemensos)
Kecil Besar
rmol news logo Putri (19) sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya. Setelah masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, ia kembali mendapatkan kesempatan belajar hingga akhirnya memperoleh beasiswa kuliah di Universitas Ary Ginanjar (UAG) ESQ Business School.

Putri diterima di Program Studi Sistem Informasi Tahun Akademik 2026/2027 melalui jalur beasiswa.

Kisah Putri disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat menghadiri Wisuda ke-10 dan Welcoming Reception ke-14 UAG ESQ Business School di Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2026.

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, mengatakan Putri sebelumnya bersekolah di SMK hingga kelas II. Namun, keterbatasan biaya membuatnya tidak mampu melanjutkan pendidikan ke kelas III.

“Putri ini adalah salah satu contoh siswa yang putus sekolah. Dia sekolah di SMK karena kekurangan biaya, di kelas II untuk naik kelas III dia putus sekolah,” ujar Gus Ipul.

Kesempatan kembali bersekolah datang setelah Putri bergabung dengan Sekolah Rakyat. Selama menjalani pendidikan, Putri mengikuti tes DNA Talent ESQ Corp untuk memetakan minat dan potensi yang dimilikinya.

Menurut Gus Ipul, hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi guru dalam memberikan bimbingan dan pendampingan sesuai potensi masing-masing siswa.

“Alhamdulillah ada Sekolah Rakyat, bisa ikut, (lalu) ikut test DNA talent, dibimbing setahun, kemudian dia bisa diterima di Universitas Ary Ginanjar. Jadi ini menjadi sangat penting buat Sekolah Rakyat agar bisa mengantarkan lulusannya menjadi agen-agen perubahan,” jelasnya.

Gus Ipul mengatakan, Putri berasal dari keluarga prasejahtera yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar secara optimal sehingga membutuhkan dukungan negara.

“Ayahnya seorang penjaga makam. Sekarang sudah punya kesempatan, dapat beasiswa, karena Putri kapasitasnya, kemampuannya bisa diketahui sejak dini. Ini yang istimewa,” tuturnya.

Selain Putri, terdapat 35 siswa Sekolah Rakyat yang mendapat beasiswa UAG dan ESQ Business School untuk tahun akademik 2027. Tujuh di antaranya juga diproyeksikan mendapat kesempatan bekerja sesuai dengan talenta masing-masing.

“Ini bagian dari upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan, di mana lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen perubahan bagi dirinya, keluarga, dan lingkungannya,” kata Gus Ipul.

Founder UAG University and ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri dan menggali potensi mereka.

“Hari ini (Putri) seragamnya bagus, merasa percaya diri bersama teman-temannya. Percaya diri bukan hanya karena seragamnya tapi dia sudah punya talenta dan dia tahu bahwa dirinya jenius dan kejeniusannya dibuka melalui DNA Talent,” jelas Ary.

Putri mengaku sempat ragu ketika mendapat tawaran masuk Sekolah Rakyat. Saat itu, ia ingin membantu perekonomian keluarga. Namun, dorongan sang ibu dan kesempatan mendapatkan pendidikan secara gratis membuatnya memutuskan bergabung.

“Kamu (ikut) Sekolah Rakyat saja supaya masa depannya bahagia, senang dan membahagiakan orang tua,” kata Putri menirukan pesan ibunya.

Setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat, Putri mengaku merasakan banyak perubahan. Selain kembali mendapatkan kesempatan belajar, ia juga memperoleh berbagai fasilitas pendidikan dan kebutuhan penunjang selama mengikuti program tersebut.

“Selama saya di Sekolah Rakyat mendapat banyak pengalaman, difasilitasi semuanya, mulai dari makan terus (kebutuhan lainnya). Pokoknya, Sekolah Rakyat paling the best,” ujar Putri yang bercita-cita menjadi guru.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat, tokoh pendidikan, dan mitra universitas, di antaranya Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan, Kepala LLDIKTI Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Henri Togar Hasiholan Tambunan, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Arief Rachman, serta Rektor Universitas Ary Ginanjar Dyah Utami Aryanti. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA