Seskab Teddy Disambut Puisi Jalanan Menuju Harapan dari Siswa Sekolah Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 31 Agustus 2026, 20:38 WIB
Seskab Teddy Disambut Puisi Jalanan Menuju Harapan dari Siswa Sekolah Rakyat
Siswa Sekolah Rakyat menyambut Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dan Mensos Gus Ipul dengan penampilan musikalisasi puisi. (Foto: Dok. Kemensos)
Kecil Besar
rmol news logo Suasana Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, riuh oleh tepuk tangan saat siswa Sekolah Rakyat tampil membawakan musikalisasi puisi di hadapan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Penampilan tersebut digelar dalam kegiatan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta, Zahwa Anindita Fauzi, membawakan puisi berjudul Dari Jalanan Menuju Harapan dengan iringan gitar dan lagu Pantaskah Surga Untukku.

“Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan,” kata Zahwa dalam salah satu bait puisinya.

Selain musikalisasi puisi, siswa gabungan Sekolah Rakyat Jakarta dan Bekasi menampilkan paduan suara serta pidato bahasa asing. Teddy bersama Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga berdialog dengan siswa dan orang tua.

Teddy mengatakan Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah atau putus sekolah.

“Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah,” kata Teddy.

Menurutnya, pendidikan gratis dan berkualitas di Sekolah Rakyat diharapkan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita.

Sementara Gus Ipul menilai penampilan para siswa menunjukkan perkembangan kepercayaan diri setelah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Setahun di Sekolah Rakyat sudah lancar. Banyak lagi teman-temannya yang tidak bisa baca kelas 1 SMA, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa berprestasi,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Sekolah Rakyat tidak membeda-bedakan kemampuan siswa yang ada. Setiap siswa berharga,” pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA