Wamensos Minta Bupati Mandailing Natal Percepat Pengajuan Sekolah Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 11 Agustus 2026, 20:56 WIB
Wamensos Minta Bupati Mandailing Natal Percepat Pengajuan Sekolah Rakyat
Wamensos Agus Jabo Priyono mendorong Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mempercepat penyelesaian persyaratan pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat. (Foto: Humas Kemensos)
Kecil Besar
rmol news logo Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mempercepat penyelesaian persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat permanen agar bisa segera masuk ke tahap III yang dimulai Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menerima Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution di Kantor Kementerian Sosial, Selasa, 11 Agustus 2026.

“Saya senang Pak Bupati ada perjuangan kuat untuk melaksanakan program pemerintah. Tolong dikawal habis-habisan,” kata Agus Jabo.

Menurutnya, seluruh persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat harus segera diselesaikan, mulai dari kesiapan lahan hingga kelengkapan administrasi. Mengingat pemerintah daerah sebelumnya sempat terkendala persoalan lahan dan kini menyiapkan lokasi alternatif.

Setelah persyaratan lokasi terpenuhi, pengajuan akan diproses melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Agus Jabo berharap pembangunan dapat selesai sebelum tahun ajaran 2027/2028.

Selain pembangunan Sekolah Rakyat, Agus Jabo meminta Pemkab Mandailing Natal serius melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, DTSEN menjadi basis berbagai program pemerintah, mulai dari penyaluran bantuan sosial, bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), hingga penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat.

“Updating data ini harus betul-betul dilakukan dengan serius dan teliti. Karena sekarang data ini menjadi dasar untuk berbagai program pemerintah,” ujarnya.

Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution mengatakan pemutakhiran data terus dilakukan untuk menyesuaikan kondisi masyarakat di lapangan.

“Kami terus melakukan updating. Kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada 6.800 data yang keluar dari bansos karena judi online,” ujar Saipullah.

Agus Jabo mengapresiasi langkah tersebut. Ia menekankan akurasi DTSEN penting agar berbagai program pemerintah tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA