Dalam sambutannya, Presiden Jokowi bercerita soal pengalaman pertamanya ketika terjun ke dunia politik menjadi seorang walikota di Solo, sebelas tahun lalu.
Menurutnya, dia akan turun langsung ke sumber permasalahan dan berbicara langsung dengan rakyatnya untuk menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi.
"Setiap orang, di kantor Wali Kota Solo saat itu, memberikan jawaban yang berbeda-beda. Banyak pula yang menyampaikan hal-hal yang tidak masuk akal. Akhirnya saya katakan kenapa kita tidak bertanya langsung?" ujarnya menceritakan awal mula ide blusukan yang dijalankan oleh beliau.
Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia memandang ekstremisme dan radikalisme dengan sangat serius. Presiden kemudian menjelaskan dengan memberikan contoh kejadian serangan bom yang dilakukan di kawasan sekitar Sarinah beberapa waktu yang lalu. Namun, Presiden mengutarakan bahwa dirinya merasa bangga terhadap rakyatnya yang tidak mudah terintimidasi oleh peristiwa semacam itu.
"Mereka menolak untuk diintimidasi. Hanya dalam beberapa jam setelah serangan, trending topic di Twitter Indonesia mengatakan #KamiTidakTakut," ujar Presiden disambut tepuk tangan para mahasiswa yang hadir.
Acara tersebut diakhiri dengan tanya jawab oleh para audiens dan foto bersama Presiden Ajou University, Presiden AJA, serta mahasiswa Indonesia yang hadir dalam acara tersebut.
[sam]
BERITA TERKAIT: