"Kita itu warga di sini (bantaran kali Ciliwung Rawa Jati) tidak pernah buang sampah di kali, kita juga punya kesadaran kalau buang sampah di kali itu salah. Jadi kita rada marah kalau disebut sebagai penyebab banjir karena sering buang sampah di kali," kata Ghofur (52) warga bantaran kali Ciliwung Rawa Jati kepada
RMOLJakarta, Rabu (11/2).
Menurutnya, warga di kawasan tempat tinggalnya itu, berkordinir dengan tukang sampah untuk mengambil sampah mereka.
"Kita itu sudah koordinir antar warga dengan tukang sampah supaya mengambil sampah punya warga. Kita juga iuran Rp20 ribu per warga buat bayar jasa tukang sampah," ungkap dia.
Lebih jauh, saat ditanya kapan saja sampah warga diambil oleh tukang sampah, Ghofur menyatakan bahwa tiap hari sampah itu diambil.
"Tukang sampah itu mengambil sampah warga tiap hari dan paling lama dua hari, itu juga kalau sampah warga sedikit," imbuh dia.
[pras/sim/jkt/arp]