Dalam video berjudul "A Message to America" itu, sambil memegang pisau ia berdiri mengenakan pakaian hitam dengan bagian wajah yang juga ditutup. Di sebelahnya ada seorang pria lainnya yang berlutut dan mengenakan pakaian berwarna orange yang diidentifikasi sebagai jurnalis Amerika Serikat James Foley. Tidak diketahui dengan pasti di mana video itu direkam.
Ironisnya, video yang dirilis secara online itu menunjukkan pemenggalan Foley oleh militan ISIS. Militan itu menyebut, pemenggalan dan kematian Foley merupakan buah dari serangan udara Amerika Serikat kepada kelompoknya di Irak.
Menanggapi aksi keji terhadap warga negaranya, Gedung Putih segera mencari tahu keaslian video tersebut.
"Jika asli, kia terkejut dengan pembunuhan burtal wartawan Amerika Serikat yang tidak bersalah, dan kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami bagi keluarga dan teman-teman," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Gedung Putih Caitlin Hayden.
BBC mengabarkan bahwa Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga telah mengetahui perihal video itu. Namun masih enggan memberikan tanggapan.
Dalam video yang sama juga ditunjukkan adanya tahanan ISIS lainnya selain Foley yang juga diidentifikasi sebagai jurnalis. Namun ia tidak dibunuh seperti rekannya.
Foley merupakan jurnalis yang bekerja bagi media Global Post dan media lainnya seperti AFP. Ia diketahui telah hilang ketika meliput di Suriah pada tahun 2012 lalu. Sebelumnya ia juga sempat diculik di Libya pada tahun 2011.
[mel]
BERITA TERKAIT: