Juga, pemilih Golkar lebih banyak ingin berkoalisi dengan PDIP (41.3 persen) dibandingkan dengan Gerindra (24.7 persen).
Demikian disampaikan pendiri LSI, Denny JA, Rabu pagi (21/5).
"Kita memahami sulitnya posisi ARB selaku ketua umum ketika harus memutuskan arah koalisi. Sebagai ketum partai terbesar kedua, tentu ARB harus rasional, dan Gerindra/Prabowo lebih memberikan kejelasan
power sharing," ujarnya.
Tetapi, Denny JA mengingatkan, pengurus dan kader Golkar lainnya juga adalah warga negara yang punya kesadaran politik dan perhitungan sendiri.
Bukan baru kali ini Golkar terbelah. Hal yang sama juga terjadi pada 2004 dan 2009. tiga partai politik lain peserta Pemilu 2014 adalah keturunan Golkar. Mereka adalah Hanura hasil fragmentasi 2004, Gerindra berdiri pada 2008, serta Nasdem hasil fragmentasi 2009.
[dem]
BERITA TERKAIT: