"Tempo hari saya menyatakan bahwa saya akan memilih capres cawapres manapun yang ada tokoh NU-nya. Ternyata sekarang yang ada adalah pasangan Jokowi-JK. Saya harus konsekwen terhadap apa yang saya katakan, yakni saya memilih Jokowi-JK," kata Hasyim dalam pesan singkatnya yang diterima redaksi sesaat tadi (Selasa, 20/5).
Hasyim Muzadi menegaskan keputusan mendukung Jokowi-JK bukan semata-mata dilandasi fanatisme ke-NU-an dirinya, tetapi karena realitas yang ada. Saat ini, katanya, mayoritas muslim adalah warga NU, dan NU telah membuktikan sikap kebangsaan dalam sepanjang sejarah Indonesia.
"Siapapun tidak bisa meragukan keislaman dan ke-NU-an JK. Integritas, visi dan kompetensi JK dalam masalah kenegaraan juga tidak diragukan lagi. Hasil-hasil amalnya sudah jelas dalam mengatasi konflik agama, masalah Aceh dan lain sebagainya. Beliau berani dan tidak ekstrim," papar Hasyim.
Hasyim berharap jika terpilih JK yang dikenal sebagai pengusaha bisa mengembangkan ekonomi pribumi bersama Jokowi dengan tanpa membuat kegoncangan global atau rasialis seperti yang dilakukan Mahatir Mohammad di Malaysia.
"Semoga yang sependapat dengan saya melakukan pilihan yang sama, yakni Jokowi-JK," demikian Hasyim.
[dem]
BERITA TERKAIT: