Ya, warga Kampung Babakan Legon, Kadungora, Garut dikagetkan dengan tragedi pembunuhan ibu dan anak yang dilakukan oleh pelaku yang berpura – pura bertamu ke rumah korban, Senin siang lalu. Euis, ibu korban tewas di dapur rumahnya dengan kondisi leher nyaris putus. Sementara Hilman Alamsyah (10) masih bisa berjalan keluar dengan niat meminta tolong ke tetangga, meski luka dileher mengeluarkan darah.
Petugas dari Polsek Kadungora yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku berhasil ditemukan. Sementara air kopi yang disuguhkan korban kepada pelaku masih utuh belum diminum.
Salah seorang saksi mata, Asep mengaku anak korban yang terluka dibagian leher mencoba meminta tolong, saat pelaku kabur. Tetangga yang kaget langsung berlarian ke rumah korban.
Polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan sadis ini. Korban yang tewas dibawa ke kamar mayat RSUD dr Slamet Garut untuk dioutopsi.
Sementara Hilman yang mengalami luka sayat di leher kondisinya kritis dan harus dilarikan ke ruang tindakan.
Selang beberapa jam kemudian pelaku berhasil ditangkap massa. Ternyata latar belakangnya dipicu oleh masalah sepele, yakni hutang senilai Rp 100 ribu. Pelakunya AN (21), asal KamÂpung Seruk, Pamekarsari, Banyuresmi, Garut.
Menurut Kasat Reskrim Polres Garut AKP Dadang Garnadi, tersangka melakukan pembantaian dalam kondisi mabuk minuman keras.
Awalnya polisi sulit mendapatkan keterangan yang jelas dari tersangka karena saat itu kondisinya mabuk. Namun kemarin siang, setelah dalam kondisi sadar, tersangka kemudian menerangkan, pemicu dari pembantaian yang dilakukannya itu adalah uang senilai Rp 100 ribu.
Kala itu tersangka berniat menagih uang tersebut kepada korban, namun korban tidak bisa membayar dengan alasan sedang tidak mempunyai uang.
Tersangka pun langsung naik pitam dan dia minta ijin untuk ke kamar mandi. Saat itulah, tersangka melihat pisau di dapur dan dia langsung mengambilnya.
Tesangka kembali ke bagian depan rumah dimana saat itu ada anak bungsu korban, Hilman tengah makan kue. Leher Hilman langsung ditusuk dengan pisau dapur ke leher hingga terkapar. Melihat itu, sang ibu langsung berusaha menolong anaknya namun diapun malah jadi sasaran amukan tersangka sehingga mengalami 15 luka tusukan di dada dan perut serta luka goroÂkan di leher.
Saat tersangka sedang menganiaya korban, Hilman bangun. Dia berlari ke luar rumah sambil menangis sehingga mengundang perhatian para tetangganya.
[dem]
BERITA TERKAIT: