"Tentu saja kita semua sangat mendukung Sail Komodo karena untuk jangka panjang bagus, dimana pariwisata di NTT semakin maju. Tapi bisa dikatakan maju kalau RSUD sudah ada," ujar Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Manggarai Barat-Jakarta (HIPMMABAR-JKT), Yoseph Sampurna Nggarang, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/9).
Menurut Yoseph, RSUD merupakan faktor penting di sebuah kota pariwisata seperti Labuan Bajo. Namun hingga kini ibukota Manggarai Barat (Mabar) itu sejak menjadi daerah otonom belum memiliki RSUD.
"Di umur yang sudah 11 tahun ini, Mabar belum banyak berubah. Tingkat kematian ibu dan anak masih tinggi, pengidap HIV/AIDS 87 kasus sudah terdeteksi di tahun 2012. Ini mengkhawatirkan bila pemerintah hanya diam dan masih berharap puskesmas bisa mengatasinya," tegasnya.
Karena itu, desak Yoseph, Pemda Mabar, DPRD, dan Kemenkes segera membahas anggaran untuk pembangunan RSUD yang berstandar nasional. RSUD harus berstandar nasional sebab Labuan Bajo merupakan destinasi wisata dunia.
Yoseph menambahkan, pemerintah kurang peka terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur lokal seperti RSUD. Nyatanya, anggaran Sail Komodo yang begitu besar, tidak diikuti dengan pembenahan infrastruktur rumah sakit.
"Sehingga anggaran yang begitu besar menurut kami hanya dihabiskan untuk seremoni pejabat. Kami minta kurangi seremoni-seremoni dan utamakan kepentingan rakyat," ujarnya.
[dem]