Purwanto yang mengendarai motor Yahama Mio tewas di lokasi. Sedangkan, adiknya yang diboncengi, Novita Sari, mengalami luka serius setelah jatuh masuk ke kolong bus TransJakarta.
Kesaksian sopir bus TransJakarta, Muhammad Rohman (24) kepada petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, kejadiaan naas itu terjadi sekitar pukul 06.35 WIB, Selasa (22/1), saat bus yang dibawanya melaju dari arah shelter Cililitan menuju shelter UKI dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam.
Sepeda motor yang ditumpangi kedua korban dari arah yang beriringan tiba-tiba jatuh ke arah jalur bus yang tengah melaju. Saat itu sedang hujan. Diduga korban menghindari lubang kemudian terjatuh ke kanan. Sepeda motor tidak jatuh ke jalur busway, tetapi tubuh kakak-beradik ini tersungkur hingga terlindas masuk ke kolong bus TransJakarta.
Jasad Purwanto kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum, sedangkan Novita masih menjalani perawatan intensif intensif di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit UKI.
Korban tewas berdasarkan kartu identitas adalah warga Kampung Cikumpa, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara korban kritis bernama Novita Sari merupakan warga Jalan Bhineka IV, Kampung Rambut, Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, yang berstatus pelajar.
Kini, sopir bus transjakarta, petugas bus transjakarta, maupun beberapa saksi mata masih diperiksa secara intensif oleh kepolisian.
[wid]