Kepada KH Maman Imanulhaq, yang juga ikut dalam acara itu, Rieke mengatakan bahwa saat menari ia membaca doa kepada Yang Maha Kuasa agar memberikan masa depan pada anak-anak penari dan penyanyi sintren ini
"Aku nangis sambil mbasuh lumpur di tangan sintren yang terjatuh masuk got," kata Rieke kepada Kyai Maman, sebagaimana disampaikan ulang beberapa saat lalu (Rabu, 26/12).
Dalam doa itu, Rieke juga tak habis pikir sebab kebudayaan saat ini hanya menghadirkan kemiskinan, sehingga bangsa pun hanya bekutat dengan kemiskinan. Tentu saja ia merasa malu melihat kebudayaan semacam ini, yang tentu saja tidak dikehendaki oleh Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika, maupun Muhammad Rasulullah.
"Sepanjang perjalanan pulang dari Majalengka ke kabupaten Bogor doaku tak putus bagi mereka.
Gusti nu maha kawasa, tangtayungan eta barudak, beri mereka kekuatan untuk bertahan hidup. Ijinkan kuwakafkan hidupku bagi mereka," demikian Rieke.
[ysa]
BERITA TERKAIT: