Dikatakan pengamat politik LSI, Burhanuddin Muhtadi, jawaban cepat Presiden SBY melalui surat tersebut menjadi alasan. Ditambah lagi perlakuan SBY selama ini terhadap Nazaruddin terkesan istimewa. Presiden SBY sudah empat kali menggelar Konpers merespon kasus Nazaruddin.
"Balasan itu menimbulkan kecemburuan. Presiden memberikan perlakuan yang sangat istimewa terhadap Nazaruddin. Ingat, ada banyak surat, ada banyak kasus yang belum dapat tanggapan SBY. Atau setidak-tidaknya tidak ditanggapi secara memadai oleh SBY. Misalnya, soal Ahmadiyah yang diuber-uber sebagai korban eksekusi. Terus juga kasus GKI Yasmin yang tidak bisa mendirikan tempat ibadah," kata Burhanuddin saat diwawancara
TV One, sesaat lalu (Senin, 22/8).
Terlepas dari persoalan kecemburuan, kata Burhan, surat balasan SBY menyiratkan hal lain. Adanya kode-kode politik yang dikirimkan SBY untuk Nazaruddin. Melalui kode-kode politik inilah, Presiden SBY menegaskan target-target politiknya dibalik penerbitan surat tersebut.
"(Dalam surat) ada kata-kata Nazaruddin jangan hanya bungkam, diam, bukalah semua kasus yang anda alami, anda saksikan baik yang melibatkan partai Demokrat maupun di partai lainnya. Ada kata-kata partai lain. Ini kode politik yang sedang dikirimkan SBY," katanya.
[dem]
BERITA TERKAIT: