"Saya diundang mendadak. Saya datang telat," kata Saan saat diwawancara
TV One, sesaat lalu (Senin, 22/8).
Saan memastikan dalam pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan soal 'tukar guling' kasus-kasus tertentu. Saan mengaku hanya bertegur sapa dengan Ade Rahadja terkait urusan-uran yang remeh temeh saja.
"Saya lebih banyak cerita dengan Pak Ade karena sama-sama dari Bandung. Saya sebagai mahasiswa di Bandung, (sementara) Pak ade tugas di Bandung. Akhirnya berbicara soal itu,"
Dengan Johan Budi pun, sambung Saan, dirinya cuma berkelakar seputar
background-nya. Hanya berbalas tanya dengan Johan terkait pengalaman masa lalunya.
"Dengan Pak Johan Budi karena saya baru pertama kali bertemu saya menanyakan dari angkatan berapa, saya kira dia dari kepolisian. Pak Johan menyampaikan saya bukan dari polisi. Saya dari teknik UI. Saya dulu dari dari Tempo," cerita Saan.
Saan yang sudah menjalani pemeriksaan oleh tim Komite Etik KPK juga mengaku tidak menaruh curiga atas undangan Nazaruddin tersebut.
"Saya memandang teman itu secara positif saja. Jadi ketika Nazaruddin mengundang saya tidak punya kecugiaan apapun," demikian Saan.
Sebelumnya diberitakan, di tempat pelarian, M Nazaruddin pernah mengatakan bahwa pernah ada pertemuan antara dirinya dan Saan dengan Ade Rahardja dan Johan Budi pada Januari 2010 di salah satu restoran Jepang di Apartemen Casablanca, Jakarta Selatan.
[dem]
BERITA TERKAIT: