"Kalau tidak sanggup menanggung semuanya kenapa dulu berbuat, kenapa korupsi, atau kenapa awalnya berpolitik. Kalau takut api, jangan bermain api. Kalau tidak sanggup, dari awal jangan bermain," kata Gurubesar psikologi politik UI, Prof Hamdi Muluk, saat diwawancara
Metro TV (Jumat malam, 19/8).
Karenanya, bagi Hamdi Muluk, berbagai upaya, mulai dari pasrah diri, memelas, sampai meminta iba Presiden SBY yang dilakukan Nazaruddin, tak lebih sebagai upaya menyelamatkan diri belaka. Usaha lari dari apa yang harus dipertanggungjawabkannya. Daripada melakukan itu, saran Hamdi, lebih baik Nazaruddin membongkar kasusnya. Siapa saja yang terlibat sampaikan kepada penyidik.
"Sekarang konsekuensi ya harus diterima. Kau yang memuali kau yang mengakhiri. Hadapilah kenyataan. Kadung terjadi, buka saja semuanya," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: