Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin membantah hal itu. Menurutnya, perubahan sikap dari Nazaruddin, dari yang sebelumnya gatol menyebut keterlibatan rekan-rekannya di Demokrat lalu berubah jadi pendiam tak berpengaruh apa-apa. Toh, sewaktu Nazaruddin cuap-cuap pun, kata Didi, partai Demokrat tak merasa khawatir kadernya diusik oleh KPK.
"Dari awal kita tidak pernah khawatir. Karena sebagaimana amanat Dewan Pembina kami, kalau memang ada yang tidak beres, melibatkan kader kami dalam kasus ini, saatnya momentum bersih-bersih," kata Didi saat diwawancara
Metro TV, beberapa waktu lalu (Jumat, 19/8).
Perubahan tingkah Nazaruddin, kata Didi, semakin membuat Demokrat percaya jika tudingan bekas Bendahara Umum Demokrat itu saat berada dalam pelarian, tidak benar. Nazaruddin tak punya bukti-bukti yang menguatkan.
"Kita tidak percaya dengan Nazaruddin. Pernyataan dia berubag-ubah. Dari awal saja dia sudah plin plan. Awalnya dia katakan tidak kenal Pak Djanedjri (Sekjen MK), tidak kenal Rosa, lalu tiba-tiba dia katakan yang lain terlibat dan sebagainya," kata Didik lagi.
Semakin kuatlah, sambung Didi, Nazaruddin tidak memiliki bukti-bukti di balik tudingannya. Permintaan ingin dikasihani, ingin kompromi dan cara-cara mengiba lainnya yang dilakukan M Nazaruddin belakangan, kata Didi, memperkuat hal itu.
"Saya jadi curiga. Jangan-jangan apa yang dituduhkan selama ini, yang dikatakannya punya bukti-bukti, itu tidak ada.
Sebagaimana diketahui, setelah tak lagi kabur-kaburan, M Nazaruddin berubah total. Setelah dibawa pulang ke tanah air, bekas Bendahara Umum Demokrat itu banyak diam dan menampilkan kejiwaan yang tertekan. Padahal, saat di pelarian, dia sangat nyaring bernyanyi. Anas Urbaningrum, Ibas Yudhoyono, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh dan Mirwan Amir disebutnya kecipratan uang dalam beberapa proyek pemerintah.
[dem]
BERITA TERKAIT: