"Itu seperti pedang bermata dua, membenamkan Demokrat dan SBY ke lubang comberan," kata Koordinator Masyaraakt Anti Korupsi Indonesia (Maki) Bunyamin Saiman, kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 18/8).
Hari ini, M Nazaruddin mengirim surat kepada Presiden SBY. Isinya, ia siap dipenjara sekalipun tanpa proses hukum, tidak akan lagi membawa-bawa nama Demokrat dalam kasus korupsi yang menjeratnya asal anak dan istrinya dijamin selamat. Sampai saat ini, anak dan istri Nazaruddin, Neneng Sriwahyuni, sendiri belum diketahui rimbanya. Dimana kah mereka berada, belum terungkap.
Dikatakan Bunyamin, permintaan Nazaruddin kepada Presiden SBY sebagai trik politik. Untuk melahirkan gambaran di tengah-tengah masyarakat jika selama ini ada transaksi antara Nazaruddin dan penguasa. Kondisi yang demikian itu, tentunya merugikan Demokrat dan SBY. Nazaruddin, tegas Bunyamin, benar-benar mau memanfaatkan sensitivitas masyarakat usai penangkapan beberapa hari lalu.
"Ini bagian dari politik tingkat tinggi. Nazaruddin mencitrakan diri sebagai orang yang memohon-mohon, teraniaya. Itu kebohongan Nazaruddin," demikian Bunyamin.
[dem]
BERITA TERKAIT: