Demikian disampaikan bekas Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki beberapa saat lalu (Senin malam, 1/8). "Kalau kepercayaan publik hancur, hancurlah KPK," katanya singkat.
Upaya menghancurkan KPK, kata Ruki, tidak akan berhenti. Semasa berkantor di lembaga superbody itu, Ruki juga pernah mengalaminya.
Tudingan
deal-deal antara Wakil Ketua Chandra Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dengan Anas Urbaningrum, lalu pertemuan Ade Rahardja bersama Jurubicara KPK Johan Budi dengan bekas Bendum Demokrat M Nazaruddin seperti yang dituduhkannya, diyakini Ruki sebagai bagian dari cara untuk menghancurkan kepercayaan publik terhadap KPK tersebut.
"Itulah
fight back dari para koruptor. Menyerang kepercayaan publik sebagai titik lemah dari KPK. Dituding tebang pilih, terlibat kasus dan lain-lainya, merupakan upaya menyerang titik lemah KPK, soal kepercayaan publik itu," demikian Ruki.
[dem]
BERITA TERKAIT: