'Gempa 7,0 Scala Richter' Dipertunjukkan di Serang-Banten

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/teguh-santosa-1'>TEGUH SANTOSA</a>
LAPORAN: TEGUH SANTOSA
  • Selasa, 11 Januari 2011, 22:16 WIB
RMOL. Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik pada Kementerian Komunikasi dan Informasi memutar perdana Film "Gempa 7,0 Scala Richter"  di Pendopo Gubernur Banten, di Kota Serang, malam ini, (Selasa, 12/01).

"Ini adalah film untuk edukasi masyarakat, khususnya mengenai Gempa dan Tsunami," ujar Menkominfo Tifatul Sembiring.


Pembuatan Film yang berdurasi sekitar 25 menit ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan gempa dan tsunami. Dengan demikian diharapkan, masyarakat mengerti tentang apa itu gempa, akibat-akibat yang ditimbulkannya dan bagaimana cara antisipasi, jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.

"Realitanya negeri kita terletak di 3 lempeng, yang memiliki potensi Gempa Tinggi. Jika awareness masyarakat tinggi, mudah-mudahan angka korban dapat diminimalisir", imbuh Tifatul.


Pembuatan film ini semula, memang belajar dari kasus Jepang. Jepang sejak usia dini memberikan edukasi gempa kepada masyarakat, bahkan sejak usia Sekolah Dasar. Sehingga meskipun frekwensi gempa sangat tinggi di Jepang, namun angka korban jiwa sangat kecil.

Acara pemutaran film ini dihadiri oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah, Menkominfo Tifatul Sembiring, Ketua BNPB Syamsul Maarif, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) beserta Muspida dan tokoh-tokoh masyarakat Banten.


Banten dipilih, karena merupakan salah satu kawasan yang punya potensi terjadinya gempa, sebagaimana efek meletusnya gunung Krakatau pada Tahun 1883.

"Ingat 5 langkah, jika gempa terjadi. Pertama, lindungi kepala. Kedua, cari tempat berlindung. Ketiga, segera keluar rumah. Keempat, lihat benda-benda yang berjatuhan dan benda tajam. Kelima, segera berlari ke tanah lapang," beber Tifatul mengingatkan kepada hadirin sambil menunjukkan 5 jarinya. [guh]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA