2011

Pemerintah Sulit Diharap, Kalangan Industri Diyakini Megap-megap

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 25 Desember 2010, 08:55 WIB
Pemerintah Sulit Diharap, Kalangan Industri Diyakini Megap-megap
ILUSTRASI/IST
RMOL. Tahun 2011, kalangan swasta, khususnya sektor riil, diyakini sulit berharap banyak kepada pemerintah.

Pasalnya, sebagai motor pertumbuhan ekonomi, kalangan industri masih dihadapkan dengan masalah inefisiensi yang menyebabkan rendahnya daya saing produk dalam negeri dibandingkan dengan produk asing khususnya China.

Namun, seperti dikatakan Ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Dahnil Anzar Simanjuntak, rendahnya daya saing bukan karena industri dalam negeri tidak memiliki kapasitas, tapi lebih karena dukungan minim dari pemerintah untuk mendorong tumbuhnya industri dalam negeri.

"Khususnya (minimnya) dukungan ketersediaan infrastruktur jalan dan kelistrikan serta pelabuhan yang selama ini menjad faktor utama ekonomi biaya tinggi," ujar Dahnil kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 25/12).

Tak sampai disitu, masih kata Dahnil, kalangan industri juga masih akan menghadapi permasalahan perpajakan dan birokrasi yang  ikut melengkapi ekonomi biaya tinggi. Akhirnya, dia menarik kesimpulan, perjuangan industri dalam negeri masih ekstra keras untuk tahun depan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA