"Memang banyak terjadi kelemahan sistem dan gaung MDGs di masyarakat,’’ kata Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), M Jusuf Rizal di sela pembukaan Seminar NGO’s(Non Govermental Organization) International di Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (27/10).
Menurut Rizal, berdasarkan evaluasi yang dilakukan terdapat delapan kelemahan pelaksanaan MDGs di Indonesia. Pertama, terkait dengan masalah sosialisasi dan komunikasi program MDGs yang lemah. Kedua, banyaknya penyalahgunaan wewenang yang tinggi. Ketiga, minimnya organisaqsi masyarakat dan LSM yang ikut bergerak menutup keterbatasan pemerintah dalam hal pendanaan. Keempat, Pemda belum membeberkan dukungan maksimal dalam pencapaian MDGs.
Kelima, tak adanya sistem anggaran yang
in line untuk mengatasi kebutuhan MDGs. Keenam, tidak adanya konsep berkelanjutan sehingga terkesan pemerintah pusat dan daerah berjalan sendiri-sendiri. Ketujuh, minimnya peranan media sebagai tools dalam pemberdayaan program-program MDGs. Kedelapan, belum dimanfaatkannya dana CSR untuk mengatasi MDGs.
Rizal yang juga pemrakarsa pertemuan NGO’s untuk memecut program MDGs di Indonesia berharap upaya mendorong pencapaian target MDGs tidak dibarengi dengan kerja politik melainkan focus dalam program pemberdayaan masyarakat,
Seperti diketahui Seminar NGOs Internasional untuk Program MDGs 2015 yang diselenggarakan 27-30 Oktober 2010 ini dijadwalkan dibuka Presiden SBY. Namun, karena Presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke RRC, pembukaan diwakilkan pada Mendagri Gamawan Fauzi.
Delapan target yang jadi sasaran MDGs diantaranya, mengatasi kemiskinan dan kelaparan, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesehatan ibu melahirkan, mengatasi masalah narkoba dan penyakit menular, penyakit HIV/Aids meningkatkan kemitraan pembangunan global.
[wid]
BERITA TERKAIT: