King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026, 05:54 WIB
King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2
Timnas Indonesia meraih juara FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
AKHIRNYA kita merasakan juara juga. Duh, senangnya. Jantung terasa copot. Udah di ujung tandung, eh Elkan Baggot bisa membuat skor 2-2. Luar biasa. Sekarang, King Indo sah raja ASEAN. 

Timnas Indonesia resmi menjadi Raja ASEAN setelah menaklukkan Thailand 4-2 lewat adu penalti dalam final FIFA ASEAN Cup di SUGBK, Senin malam. Indonesia bercokol di peringkat 118 FIFA menantang Thailand peringkat 94 FIFA. Wasitnya Ahrol Risqullaev asal Uzbekistan.

Negeri Jirayut datang membawa mahkota King ASEAN. Garuda datang membawa paruh. Pesannya sederhana, “Mahkota itu serahkan, Wak!”

Menit 2, Luke Vickery lolos, berhadapan dengan kiper Saranon Anuin, tetapi tembakannya ditahan. SUGBK nyaris meledak. Di rumah, satu kompleks seperti kena gempa. Mamang bakso termenung karena pembelinya sibuk nobar.

Menit 8, Emil Audero ditabrak pemain Thailand hingga tergeletak. Tim medis masuk. Aman. Penonton langsung berubah menjadi pendekar, “Woi, jangan kasar!”

Menit 18, sepakan Ole Romeny melambung. Menit 19, tandukan Justin Hubner melebar. Kiper Thailand kerja lembur, kopi pun tak sempat diminum. Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, dan Nicholas Mickelson masih menjadi tembok.

Menit 25, Presiden Prabowo hadir di tribune kehormatan bersama Presiden FIFA. Semangat Garuda naik seperti harga cabai menjelang Lebaran.

Thailand mulai menyerang. Hubner, Elkan Baggott, dan Kevin Diks berjibaku. Menit 31, tembakan Calvin Verdonk dari luar kotak penalti meleset. Menit 35, tandukan Thailand juga gagal. Babak pertama 0-0.

Di ruang ganti, John Herdman memberi tausiyah. “Yang nonton kalian ada Prabowo. Jangan bikin malu! Inilah saatnya kalian hibur negeri ini.” Jawaban pemain, “Yes, sir!”

Di kubu Thailand, Anthony Hudson membakar pasukannya, “Kalian King ASEAN! Jangan biarkan Garuda mengambil mahkota!”

Babak kedua dimulai. Penonton sudah menghabiskan bakso, cilok, sekuteng, dan pisang goreng. Konon satelit NATO cuti 90 menit untuk nobar. Iran-Amerika dikabarkan berdamai sementara. Dunia memang kadang absurd.

Thom Haye diganti Dean Ruben James. Menit 50 Ragnar nyaris mencetak gol. Menit 60 Rizky Ridho masuk menggantikan Vickery. Menit 65 Ragnar ditarik, Ivar Jenner masuk. Wak Mit kemudian dijegal Nattapong, kartu kuning.

Menit 68, Wak Mit kembali mendapat peluang emas. Tinggal berhadapan dengan kiper, tetapi bola melebar. Kalau masuk, mungkin Monas joget, Tugu Khatulistiwa mandi di Kapuas!

Thailand makin keras. Kartu kuning berhamburan. Menit 77 Mickelson menarik Verdonk. Kuning lagi. Menit 80, Mickelson mengasari Ole Romeny. Kuning kedua. Merah! Thailand tinggal 10 pemain. Free kick dieksekusi Dean Ruben James. Gool! 1-0!

Bola menghantam jaring, SUGBK berguncang. Satelit NATO kehilangan sinyal. Prabowo tepuk tangan. Warung kopi di Gajah Mada berubah jadi padepokan silat. Penonton keliling kompleks seperti baru dapat warisan.

Tapi menit 87, Iklas Sanron menyamakan skor. 1-1! Extra time pun terjadi. Thailand parkir bus. Bahkan mungkin sopir busnya ikut duduk di kotak penalti. Menit 111, Peeradol Chamratsamee membobol gawang Audero. Gool! 2-1 Thailand.

SUGBK mendadak seperti perpustakaan. Namun menit 116, umpan Rizky Ridho disambar Elkan Baggott. Goool. 2-2!

Jantung penonton yang copot dipasang kembali. Monas ngopi lagi. Houthi menunda serangan karena mau nonton sampai selesai. Skor bertahan 2-2. Adu penalti!

Kevin Diks gol. Manuel Bihr gol, 1-1. Dean James gol, 2-1. Waris Choolthong gol, 2-2. Elkan Baggott gol, 3-2. Sarach Yooyen gagal. Shayne Pattynama gol, 4-2. Nattapong Sayriya maju, ditangkis Audero!

Selesai! Indonesia Juara! SUGBK pecah. Prabowo ikut jingkrak. Di rumah ada nyebur sungai. Ada memeluk televisi. Ada baru sadar pisang gorengnya gosong. Thailand datang sebagai King ASEAN. Garuda pulang membawa mahkota.

Sebelumnya, Malaysia mengalahkan Vietnam 1-0 untuk merebut posisi ketiga. Tetapi malam ini milik Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Garuda menjadi Raja ASEAN.

Ini bukan sekadar kemenangan. Ini malam ketika Gajah Putih kehilangan mahkota dan Garuda belajar terbang sambil membawanya! Bravo Timnas, kalianlah pelipur lara negeri ini.rmol news logo article

Rosadi Jamani
Mantan wartawan
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA