Dorongan tersebut mengemuka dalam Simposium Reforma Agraria bertema "Memperkuat Reforma Agraria untuk Keadilan Sosial, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat" di Ballroom Nasdem Tower, Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
Ketua Komisi II DPR Fraksi Nasdem, Rifqinizamy Karsayuda menegaskan, reforma agraria harus berorientasi pada pemenuhan hak masyarakat atas tanah.
"Kami tidak berpuas diri dengan ide reforma agraria. Kami ingin menghadirkan tanah untuk rakyat, tanah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar Rifqinizamy.
Menurutnya, momentum pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan lahirnya regulasi baru harus dimanfaatkan untuk membangun kesepahaman lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan pertanahan.
Dalam forum yang sama, Wakil Ketua Pokja Regulasi dan Blueprint BRAN, Mohamad Sinal, menyampaikan aspirasi agar keputusan badan tersebut nantinya memiliki kekuatan final dan mengikat. Kewenangan tersebut dinilai dapat menjadi instrumen untuk membantu menyelesaikan konflik agraria yang selama ini berlarut-larut.
Namun, Sinal menegaskan BRAN tidak dibentuk untuk mengambil alih kewenangan kementerian maupun lembaga lain. Sebaliknya, badan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga.
"BRAN ini bukan mengambil alih wewenang dari kementerian atau lembaga-lembaga terkait. Justru BRAN ini nanti akan berkolaborasi dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait," kata Sinal yang hadir mewakili Kepala BRAN Dedi Prasetyo.
Dukungan terhadap penguatan kelembagaan reforma agraria juga disampaikan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan. Ia mengapresiasi inisiatif Nasdem yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan agraria.
Ossy menilai keberhasilan BRAN membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai dari kementerian, partai politik, komunitas masyarakat, lembaga swadaya masyarakat hingga elemen lainnya.
Simposium tersebut juga menghadirkan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Roni Septian Maulana, Menteri ATR/Kepala BPN periode 2016-2022 Sofyan Abdul Djalil, serta Nur Amalia dari Petani Nasdem. Diskusi dipandu mantan Bupati Luwu Utara dua periode, Muchtar Luthfi A. Mutty.
Simposium ini menjadi forum pertama dari rangkaian kegiatan Nasdem menjelang peringatan HUT ke-15. NasDem berharap penguatan kelembagaan, penyelesaian konflik pertanahan, dan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat terwujudnya reforma agraria yang berkeadilan.
BERITA TERKAIT: