Bahkan, situasi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memunculkan berbagai bentuk ancaman terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, meningkatnya tekanan politik terhadap Gibran dapat membuat kelompok yang selama ini dikenal sebagai Geng Solo semakin panik.
Menurut Amir, kegelisahan tersebut tidak hanya berpotensi dirasakan Jokowi, tetapi juga sejumlah petinggi institusi keamanan dan aparat pemerintahan yang selama ini dinilai mendapatkan posisi strategis pada masa pemerintahan sebelumnya.
“Yang panik itu bukan saja Jokowi, tetapi ada juga petinggi institusi keamanan dan aparat pemerintahan yang selama ini menjadi anak emas selama pemerintahan Jokowi,” kata Amir, dikutip Rabu 4 November 2026.
Amir mengingatkan, perkembangan politik tersebut perlu dicermati secara serius oleh pemerintahan Prabowo. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan munculnya operasi senyap yang dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk melemahkan kepemimpinan Presiden Prabowo.
Namun, Amir menegaskan bahwa berbagai kemungkinan tersebut perlu disikapi secara bijaksana dan tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta tanpa pembuktian.
Karena itu, Amir meminta pejabat pemerintahan, terutama Partai Gerindra, meningkatkan kewaspadaan dan memastikan sistem pengamanan Presiden Prabowo berjalan optimal.
Menurut dia, berbagai gejala politik yang berkembang perlu diperhatikan, terlebih menjelang masa persidangan DPR pada 9 November mendatang. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan dinamika politik nasional dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan pemerintahan.
“Ancaman terhadap kursi Prabowo itu bisa saja bersifat fisik atau nonfisik,” kata Amir.
BERITA TERKAIT: