Massa yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), UPN Veteran Jakarta, Paramadina, Trisakti, Universitas Pancasila, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gunadarma, Trilogi, PEMKRI, hingga koalisi masyarakat sipil itu tadinya hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, ratusan aparat kepolisian membentuk barikade di depan Gedung UOB.
Pantauan
RMOL di lokasi pukul 17.00 WIB, massa masih berorasi menyampaikan aspirasinya sambil bernyanyi-nyanyi lagu kebangsaan dan mars mahasiswa.
Sesekali massa merangsek dan berteriak ke aparat kepolisian yang berjaga mengawal jalannya aksi.
“Buka, buka, buka jalannya, buka jalannya sekarang juga,” teriak massa bersahutan.
“Revolusi, revolusi, revolusi,” sahut ribuan mahasiswa lainnya.
Dalam aksinya, massa membawa setidaknya lima tuntutan, yakni:
1.Menetapkan status bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, dan menuntaskan integrasi tata kelola lahan.
2.Mewujudkan APBN untuk kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik melalui program populis seperti MBG dan KDMP.
3.Menurunkan biaya pendidikan, memberikan akses layanan dasar yang merata, dan menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
4.Menghentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan dan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5.Mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili pelanggar HAM, dan menghentikan militerisasi ruang sipil.
BERITA TERKAIT: