Pemda Diminta Bergerak Cepat Tangani Karhutla yang Makin Dekat ke Permukiman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 23 Oktober 2026, 22:40 WIB
Pemda Diminta Bergerak Cepat Tangani Karhutla yang Makin Dekat ke Permukiman
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: PKB)
Kecil Besar
rmol news logo Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 23 Oktober 2026.

Kehadiran Cucun bersama jajaran PKB Kalimantan Selatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi dampak karhutla. Selain menyerahkan bantuan, Cucun juga memberikan dukungan moril agar masyarakat tetap kuat dan menjaga keselamatan di tengah situasi sulit.

"Kami datang bersama teman-teman PKB Kalsel untuk bersilaturahmi sekaligus membawa sedikit bantuan. Semoga Bapak-Ibu diberi kekuatan dan keselamatan, dan musibah kebakaran ini segera tuntas," kata Cucun.

Dia menegaskan, selain pemadaman api, penanganan karhutla juga harus disertai langkah antisipasi dan mitigasi yang serius untuk melindungi masyarakat, terutama mereka yang tinggal berdekatan dengan titik kebakaran.

Karena itu, ia meminta anggota DPRD dari Fraksi PKB di Kota Banjarbaru dan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dan memitigasi bahaya karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

"Saya minta DPRD Fraksi PKB di Banjarbaru dan Fraksi PKB Propinsi Kalsel mengawal tiga hal, yaitu pemadaman sampai bara gambut benar-benar mati, layanan kesehatan gratis bagi warga terpapar asap, dan kepastian anggaran daerah untuk penanganan ini," tegasnya.

Cucun juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Menurutnya, kedekatan titik kebakaran dengan kawasan permukiman membuat keselamatan warga harus menjadi perhatian utama.

“Semoga kita cepat diberikan hujan oleh Allah, bukan hanya di sini, tetapi juga di Kalimantan dan seluruh Indonesia. Semoga semua diberi kesehatan. Jaga anak-anak, Bapak-Ibu, dan hati-hati semuanya, apalagi kebakaran ini dekat sekali dengan permukiman,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Rudini, mengaku senang menerima bantuan dari PKB. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi yang pertama diterima dirinya dan warga di lingkungan tempat tinggalnya sejak karhutla melanda wilayah tersebut. 

“Alhamdulillah, terima kasih bantuannya. Ini baru pertama saya dan warga di sini terima,” ungkapnya. 

Namun, Rudini berharap perhatian terhadap warga terdampak tidak berhenti pada bantuan kebutuhan sehari-hari. Ia juga meminta adanya bantuan layanan pengobatan karena sejumlah warga mulai mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang terdampak asap karhutla.

“Saya berharap juga ada bantuan pengobatan dari PKB untuk warga, karena banyak yang mengalami sesak napas,” tuturnya.

Keluhan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat. Selain upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran, warga terdampak juga membutuhkan akses layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA