Menurutnya, bencana tersebut telah menimbulkan kerusakan ekosistem, hilangnya flora dan fauna, hingga jatuhnya korban jiwa.
Henri menilai, salah satu persoalan utama dalam penanganan karhutla adalah keterbatasan anggaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kondisi tersebut dinilai membuat upaya pencegahan dan penanggulangan bencana belum berjalan optimal.
“Banyak cerita sedih tentang rusaknya flora dan fauna. Banyak tragedi terkait hilangnya nyawa makhluk negeri kita. Banyak kisah kerusakan dan kehancuran isi hutan di Nusantara. Semua karena lemahnya kesigapan dan kesiapan kita semua,” ujar Henri lewat akun X miliknya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia juga menyoroti alokasi anggaran negara yang menurutnya telah banyak terserap untuk program-program yang berkaitan dengan kepentingan politik pemimpin.
“Uang negara sudah terlanjur tersedot untuk program-program terkait kepentingan politik dari pemimpin yang enggan mendengar dan enggan menerima masukan,” tegasnya.
Henri menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar pemerintah dapat memperkuat kesiapan menghadapi karhutla, termasuk memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk mencegah dan menangani bencana.
BERITA TERKAIT: