Syarikat Islam Siap Lawan Ekonomi Liberal Kapitalistik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 21 Oktober 2026, 01:49 WIB
Syarikat Islam Siap Lawan Ekonomi Liberal Kapitalistik
Presiden Lajnah Tanfidyah Syarikat Islam masa jihad 2026-2031, Ferry Juliantono, dalam acara penutupan Kongres Nasional/Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam, di Jatim Expo, Surabaya, pada Selasa, 20 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menutup Kongres Nasional/Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam (SI) di Jatim Expo, Surabaya, pada Selasa, 20 Oktober 2026. 

Dalam rangkaian acara yang berlangsung sejak 17 Oktober 2026 ini, secara aklamasi memilih Ferry Juliantono yang kini menjabat Menteri Koperasi sebagai Presiden Lajnah Tanfidyah Syarikat Islam masa jihad 2026-2031.

Selain itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, terpilih sebagai Ketua Dewan Pusat atau Dewan Syuro dengan masa jihad yang sama. 

Dalam acara penutupan, Ferry mengatakan, Koperasi Setia Boedi yang didirikan oleh HOS Tjokroaminoto sejak 1913 adalah sebuah usaha besar, dan menjadi landasan ekonomi yang digagas untuk mengangkat ekonomi ummat dalam mengejar ketertinggalan kaum pribumi. 

"Melalui sebuah perjuangan besar, Syarikat Islam bercita-cita berjuang melawan ekonomi liberalistik, kapitalistik dengan ekonomi konstitusi di bawah pimpinan Presiden Prabowo," kata Ferry.

Menurut Ferry, kerja sama yang digagas Kementerian Koperasi dan Kementerian Agama untuk membangun koperasi di masjid-masjid seluruh Indonesia, merupakan pilot project dan satu strategi mengangkat ekonomi ummat.

Selain itu, Ferry menjelaskan, misi dakwah ekonomi yang menjadi salah satu agenda prioritas SI akan terus dilanjutkan dan dioptimalkan implementasinya. 

"Misi itu sejalan dengan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disiapkan sebagai instrumen pemerataan dan peningkatan ekonomi masyarakat hingga pelosok desa," kata Ferry.

Di kesempatan yang sama, Hamdan Zoelva menegaskan cita-cita perjuangan SI berikutnya adalah kembali ke DNA awal berdirinya, yakni seperti Serikat Dagang Islam (SDI) dengan mindset organisasi atau cara berpikir yang fokus pada program dakwah ekonomi. 

"Metode dakwah membangun jiwa wira usaha dan menggunakan ekonomi sebagai lahan dakwah sebagaimana ulama zaman dahulu menyebarkan Islam," kata Hamdan.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA