Hal itu disampaikan Ketua Umum BPP Kapmi Muliansyah Abdurrahman saat melantik Kepengurusan BPD Kapmi Jawa Barat di Bogor.
Muliansyah menekankan, Kapmi harus kembali pada khittah sebagai rumah besar pengusaha muda. Kapmi harus menjadi rumah bagi pengusaha yang benar-benar menjalankan usaha, bukan sekadar berkutat pada dinamika politik praktis.
Ia menegaskan 70 persen kekuatan Kapmi wajib diisi pengusaha riil yang bergerak langsung di sektor usaha, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan mendorong kemandirian ekonomi bangsa.
"Saatnya pengusaha muda tidak hanya bicara peluang, tapi menciptakan peluang. Dari Jabar, kita wujudkan nafas ekonomi menuju 8 persen," tegas Muliansyah dalam keterangan tertulis, Senin 19 Oktober 2026.
Pesan senada juga ia sampaikan bagi kader Kapmi yang aktif di partai politik. Ia meminta kader menghadirkan gagasan baru, bisnis bernuansa politik. Yakni politik yang membangun ekonomi, bukan memecah belah anak bangsa.
"Bukan politik kebencian, bukan politik adu domba, bukan politik suka dan tidak suka. Hadirkan politik keadaban, politik bisnis, politik bersanding bukan bermusuhan," ujarnya.
Untuk mewujudkan target 8 persen, Muliansyah membeberkan 5 jurus jitu. Pertama, bangun kemandirian ekonomi jadi pelopor dan pencipta. Kedua, wujudkan 1 Juta Melek AI.
Ketiga, kolaborasi gerakkan ekonomi lintas daerah. Keempat, bantu UMKM dan korporat naik kelas. Kelima, ciptakan lapangan kerja di perusahaan kita masing-masing.
Sementara itu Ketua BPD Kapmi Jawa Barat Octaria Vadilla Supratman, menyatakan siap mengkonsolidasikan Kapmi Jabar yang berdaya menuju Indonesia Juara.
Octa bertekad menghadirkan Kapmi Jabar yang lebih baik demi kemajuan pengusaha muda Jawa Barat.
BERITA TERKAIT: