Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai tekanan moneter dan fiskal perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena stabilitas keuangan merupakan salah satu fondasi bagi keberhasilan program prioritas nasional.
“Memasuki tahun ketiga, APBN 2027 menghadapi tekanan moneter dan fiskal yang sangat kuat. Ini tantangan yang harus direspons Prabowo,” kata Amir, dikutip Rabu 28 Oktober 2026.
Amir berpendapat bahwa stabilitas keuangan yang baik diperlukan agar program Asta Cita dapat berjalan secara efektif. Tanpa pengelolaan fiskal yang sehat dan kondisi moneter yang terkendali, pelaksanaan berbagai agenda pemerintah berisiko menghadapi hambatan.
Karena itu, Amir meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara ambisi menjalankan program prioritas dan kemampuan keuangan negara.
Menurut dia, perampingan kabinet juga perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari evaluasi efektivitas pemerintahan.
Struktur kementerian yang lebih ramping, apabila disertai pembagian tugas yang jelas, diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mengurangi tumpang tindih kewenangan.
Meski demikian, efisiensi kabinet harus diukur berdasarkan hasil kerja, bukan hanya jumlah kementerian atau pejabat yang dikurangi.
Amir turut menyinggung hubungan pemerintah dengan ulama. Ia berpandangan bahwa ulama perlu memiliki kebebasan dalam menjalankan peran sosial dan keagamaannya tanpa terikat pada kepentingan partai politik tertentu.
Dalam pandangannya, komunikasi antara presiden dan ulama tetap penting untuk menjaga hubungan pemerintah dengan masyarakat. Namun, hubungan tersebut sebaiknya tidak berubah menjadi instrumen untuk mengarahkan ulama pada kepentingan politik praktis.
Amir menilai Prabowo perlu menjaga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan ulama, sekaligus menghormati independensi mereka.
BERITA TERKAIT: